Sabtu, 14 November 2015

Efek sering sebut sikecil anak papa/mama

Share it Please

Ini Efeknya Jika Sering Sebut si Kecil 'Anak Papa' atau 'Anak Mama






 Terkadang, tanpa disadari, ayah atau ibu melontarkan kalimat yang tak langsung menyebut bahwa si kecil lebih condong pada salah satu orang tua. Misalnya saja 'si adek ini emang anak papanya, dekat banget sama papanya' atau 'memang dia ini anak mamanya'. Nah, bolehkan orang tua melontarkan kalimat seperti itu?

"Nggak, nggak boleh shaping. Kan memang hati anak yang merasakan ya, jadi dia bisa merasa dia nyaman dengang siapa," tutur psikolog anak .






Dengan sering melontarkan kalimat yang seakan menunjukkan si kecil hanya anak salah satu pihak saja, menurut Ratih bisa membuat anak berpikir bahwa dia hanya anak mama atau papanya saja. Padahal, seharusnya salah satu pihak yang tidak terlalu dekat dengan anak terus berusaha untuk menjadi sosok yang baik.

Memang, ketika anak lebih dekat dengan salah satu orang tua, terkadang kondisi itu bisa menjadi tantangan tersendiri bagi salah satu pihak yang tidak terlalu dekan dengan anak. Untuk menyikapinya, ayah atau ibu harus mengevaluasi apakah selama ini respons dan attachment atau kelekatannya dengan anak sudah baik.
"Evaluasi selama ini respons dia sama si anak gimana. Kalau mamanya diajak ngomong tapi asyik main gadget, tapi kalau sama papanya anak ngomong ditanggapi, ditanyai, wajar anak lebih nyaman dan dekat dengan papanya. Tapi, ingat, dekat dengan salah satu orang tua bukan berarti tidak sayang. Bedakan antara closeness dan feel love," tutur pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

  Inilah trik walaupun sibuk tetapi masih dekat dengan anak.
Kedekatan anak dengan salah satu orang tua menurut Ratih memang ada sedikit hubungannya dengan siapa anak lebih menurut. Sebab, biasanya anak lebih mendengarkan omongan sosok yang lebih dekat atau lebih asyik untuknya.

Dihubungi terpisah, psikolog dari Teman Hati Konseling, Ajeng Raviando menuturkan wajar adanya ketika anak lebih dekat dengan salah satu orang tua. Namun, tetap saja orang tua harus menanamkan peran keduanya kepada anak.

"Tapi ada juga karena misalnya dia mirip jadi dibilang anak mama atau anak papa. Asal nggak membuat anak jadi terlalu dekat dan jadi nggak peduli dengan salah satu orang tuanya sih nggak masalah. Cuma untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, orang tua harus saling kerja sama aja," kata Ajeng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Follow The Author