Sabtu, 14 November 2015

posisi bantal saat tidur

Share it Please

Posisi Bantal yang Tepat Agar Tak Nyeri Leher Saat Bangun Tidur

 Setiap orang memiliki kebiasaan tersendiri dalam menggunakan bantal. Namun, jika tidak tepat penggunaannya, bisa-bisa bangun tidur justru leher terasa nyeri lho. Untuk itu, ada baiknya perhatikan lagi bagaimana cara Anda menggunakan bantal. Dikatakan dr Ade Sri Wahyuni SpRM dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, saat tidur baiknya gunakan satu bantal saja. Juga jangan terlalu tinggi, atau sebaliknya terlalu tipis.

"Posisi bantalnya sampai di bawah bahu, jadi nggak cuma menyangga kepala saja. Kadang kan ada ya pakai bantal yang mengganjal sampai kepala saja. Nah, itu akan mengganggu postur leher," kata dr Ade di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, Jl Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015).

Dengan postur leher yang terganggu, kelengkungan leher pun akan berubah. Sehingga, bukan tidak mungkin akan terjadi spasme pada otot leher hingga akan terasa pegal setelah bangun tidur. Selain penggunaan bantal yang kurang tepat, nyeri leher setelah bangun tidur juga bisa dipicu menonton TV dalam posisi tidur.

Menurut pengalaman dr Ade, hampir 90 persen pasiennya yang mengeluh nyeri leher memiliki kebiasaan menonton TV sambil tiduran. Kemudian, patut diubah kebiasaan memainkan gadget sambil tiduran, sebelum tidur. Meski sebentar, kebiasaan itu jika dilakukan dalam waktu lama akan menimbulkan gangguan.

Baca juga: Bebas Pegal dan Tetap Langsing Meski Seharian di Depan Komputer

"Awalnya memang nggak terasa, pertama otot leher akan tegang, kalau kelamaan akan mengubah struktur atau postur. Saat kita periksa, akan tertulis tulang leher melurus. Karena otot leher yang menegang, setelah itu akan menjadi inflamasi dan sendi berubah sehingga kenalah sendi tulang lehernya," terang dokter yang juga praktik di RS Mitra Keluarga Cibubur ini.


Nyeri leher akibat over stres bisa terjadi karena pada siang harinya, aktivitas di depan komputer terlalu lama tanpa adanya stretching dan olahraga. Untuk itu, bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer, dr Ade menyarankan untuk melakukan stretching selama lima menit setiap dua jam. Dengan rutin stretching, sirkulasi darah juga menjadi lebih lancar.

Dijelaskan dr Ade, kontraksi otot yang bagus membantu aliran darah lancar karena pada dasarnya aliran darah berada di bawah otot. Jika lancar, aliran darah ke otak pun bagus sehingga tidak mudah pusing. Dalam kondisi normal, tulang leher akan melengkung di mana bagian belakang leher jika diraba seperti agak cekung. Namun, akibat kebiasaan seperti memainkan gadget berlebihan, nonton TV sambil tiduran, dan posisi bantal yang kurang tepat, kelengkungan tulang leher akan melurus.

"Setelah kita periksa kalau memang masalahnya di otot, maka sebisa mungkin kita beri edukasi dibantu alat modalitas misal dengan pemanasan dalam fisioterapi untuk membantu otot biar bisa relaksasi. Lalu diminta rutin exercise, stretching dan perubahan lifestyle supaya nyerinya tidak muncul lagi," pungkas dr Ade.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Follow The Author